Merasa sudah lancar membaca Al-Qur'an belum tentu berarti bacaan kita sudah sepenuhnya tepat.

Ada kesalahan-kesalahan kecil yang terkadang dilakukan berulang kali tanpa disadari. Karena sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun, bacaan tersebut akhirnya terasa benar.

Berikut beberapa kesalahan tajwid yang cukup sering ditemukan ketika membaca Al-Qur'an.

1. Panjang dan Pendek Bacaan Kurang Tepat

Salah satu kesalahan yang paling mudah terjadi adalah membaca mad terlalu pendek atau justru memanjangkan bacaan yang seharusnya pendek.

Dalam membaca Al-Qur'an, panjang-pendek bukan sekadar untuk memperindah suara. Ada aturan yang mengaturnya.

Karena itu, penting untuk mengetahui kapan bacaan dibaca pendek dan kapan perlu dipanjangkan.

2. Makhraj Huruf Kurang Tepat

Bahasa Arab memiliki sejumlah huruf yang terdengar mirip bagi orang Indonesia.

Misalnya:

  • س dan ص

  • ت dan ط

  • د dan ض

  • ذ dan ز

  • ح dan ه

  • ع dan ا

Jika tidak pernah mendapatkan koreksi, seseorang bisa terbiasa mengucapkan dua huruf yang berbeda dengan suara yang hampir sama.

Latihan makhraj membantu lidah mengenali perbedaannya.

3. Dengung Terlalu Pendek atau Terlalu Panjang

Ghunnah atau dengung juga memiliki kadar bacaan tertentu.

Kesalahan yang sering terjadi adalah dengung dibaca sangat singkat sehingga hampir tidak terdengar, atau justru terlalu lama.

Cara terbaik memperbaikinya adalah mendengarkan contoh dari guru kemudian mempraktikkannya secara langsung.

4. Qalqalah Dibaca Berlebihan

Huruf qalqalah memiliki karakteristik pantulan ketika berada pada kondisi tertentu.

Namun pantulan tersebut bukan berarti huruf harus diberi tambahan bunyi vokal.

Sebagai contoh, sebuah huruf yang sukun terkadang tanpa sadar dibaca seolah-olah memiliki tambahan bunyi "a" atau "e".

Karena itu, qalqalah perlu dilatih agar terdengar jelas tanpa berlebihan.

5. Kurang Memperhatikan Tasydid

Tanda tasydid menunjukkan adanya penekanan pada huruf tertentu.

Ketika tasydid tidak dibaca dengan baik, karakter sebuah kata dapat terdengar berbeda.

Kesalahan ini sering terjadi ketika seseorang membaca terlalu cepat sehingga beberapa huruf tidak mendapatkan hak bacaannya.

6. Berhenti pada Tempat yang Kurang Tepat

Selain bagaimana sebuah huruf dibaca, kita juga perlu memperhatikan di mana sebaiknya berhenti dan memulai bacaan.

Dalam ilmu Al-Qur'an, hal ini dikenal dengan pembahasan waqaf dan ibtida'.

Berhenti sembarangan dapat membuat hubungan antarkata atau makna ayat menjadi kurang tepat.

Karena itu, tanda-tanda waqaf dalam mushaf juga perlu diperhatikan.

7. Membaca Terlalu Cepat

Keinginan untuk membaca banyak halaman terkadang membuat seseorang membaca terlalu cepat.

Akibatnya, panjang-pendek mulai terlewat, makhraj kurang jelas, tasydid tidak terasa, dan hukum tajwid lainnya mulai terabaikan.

Tidak ada salahnya memperlambat bacaan.

Lebih baik membaca beberapa ayat dengan perhatian penuh daripada mengejar jumlah halaman tetapi banyak aturan bacaan yang terlewat.

Bagaimana Mengetahui Kesalahan Bacaan Kita?

Masalahnya, kita sering sulit mengetahui kesalahan sendiri.

Bacaan yang keliru tetapi dilakukan bertahun-tahun akan terdengar normal di telinga kita sendiri.

Di sinilah pentingnya talaqqi dan koreksi bacaan.

Cobalah membaca di hadapan orang yang memahami tajwid. Dari sana kita bisa mengetahui bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Tidak Perlu Malu Jika Masih Banyak Kesalahan

Menemukan kesalahan dalam bacaan bukan alasan untuk berkecil hati.

Justru setelah mengetahui kesalahannya, kita memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.

Di Sayang Quran, kami percaya bahwa belajar Al-Qur'an adalah proses sepanjang hayat.

Mulailah dari satu surah. Perbaiki satu kesalahan. Kemudian lanjutkan sedikit demi sedikit.

Karena setiap bacaan yang kita perbaiki hari ini adalah bagian dari perjalanan kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an.

← Kembali ke Artikel