Pesantren kilat Ramadhan di Masjid Jami' Al Muthmainnah yang berlangsung dari 14 sampai 16 Maret berjalan dengan lancar dan penuh keseruan. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak di wilayah Masjid yang antusias sejak hari pertama.
Mengusung tema ilmuwan muslim, peserta diajak mengenal Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi yang dikenal sebagai “Grandfather of Computer Science”. Materi disampaikan dengan cara santai dan mudah dipahami, sehingga peserta bisa menikmati setiap sesi.
Di hari pertama, kegiatan diawali dengan perkenalan antar peserta, pembagian kelompok, serta kegiatan mengaji dan shalat berjamaah. Suasana hangat mulai terasa karena peserta bisa saling mengenal dan belajar bersama.
Memasuki hari kedua, kegiatan semakin seru. Peserta diajak membuat kalkulator sederhana dari dus, lalu langsung mempraktikkannya. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu peserta memahami konsep angka dengan cara yang kreatif.
Pada hari ketiga, peserta mengikuti praktik invisible link yang unik. Mereka menggunakan kunyit sebagai media untuk menulis angka Arab yang awalnya tidak terlihat, lalu muncul setelah melalui proses tertentu. Kegiatan ini membuat peserta semakin tertarik sekaligus memahami konsep angka dengan cara yang berbeda.
Selain kegiatan utama, peserta juga rutin melaksanakan ibadah seperti shalat berjamaah, tadarus, dan buka puasa bersama. Kebersamaan inilah yang membuat pesantren kilat terasa lebih berkesan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan ilmu agama, tetapi juga pengalaman baru yang seru dan inspiratif. Harapannya, peserta bisa terus semangat belajar dan meneladani para ilmuwan muslim dalam kehidupan sehari-hari.